Saat dihadapkan pada pertanyaan ini berkali-kali, saya akhirnya menyimpulkan bahwa hanya ada 2 hal yang membuat orang tidak berhasil dalam upayanya menurunkan berat badan.
Pertama, keterbatasan informasi. Meskipun millenium baru ini seringkali dinamakan era informasi, namun hal ini ternyata tidak membuat orang banyak menggunakannya. Justru dengan banyaknya informasi yang menumpuk, kita menjadi bingung sendiri mengenai mana yang sebaiknya diterima dan mana yang sebaiknya dibuang.
Banyak pendapat kontradiktif yang dipaparkan oleh mereka yang mengaku ahli. Beberapa pendapat yang keliru, meskipun telah gagal diaplikasikan oleh banyak orang, tetapi tetap saja setiap harinya ada yang mengadopsinya. Apa namanya kalau bukan keterbatasan informasi?
Berikut ini hanyalah segelintir pendapat keliru mengenai penurunan berat badan:
Saya sudah kurus, ga ada lagi yang perlu dibakar
Untuk membakar lemak hanya bisa dilakukan dengan beraerobik
Turunkan berat badan dengan mengurangi makan
Jangan makan setelah jam 6 malam
Diet buah dan sayuran pasti lebih sehat
Jangan makan daging
Sauna bisa membakar lemak
Diet yang hanya bergantung pada satu jenis makanan (jus atau susu pelangsing)
Tidak jarang kita harus mendengar "perintah" menurunkan berat badan dari seorang dokter, karena ancaman kesehatan yang telah begitu mengganggu kualitas hidup kita. Ironisnya lagi, dokter tempat kita berobat yang mendapatkan pendidikannya mengenai penyembuhan kesehatan melalui pengobatan (dalam bahasa Inggris, jurusan kedokteran adalah medicine) juga menjadi tempat kita bertanya mengenai penurunan berat badan.
Kedua, malas dan tidak sabar. Terlalu banyak orang yang memiliki mental ingin yang instan, seolah-olah dunia ini seperti sebungkus mie. Pernyataan berikut ini telah klasik dituturkan oleh banyak orang: Saya ingin lebih kurus tetapi tidak ingin berdiet dan berolahraga, apakah bisa? Dan pertanyaan ini juga telah memberikan pencaharian untuk bidang operasi sedot lemak, pil-pil "ajaib", hingga mesin-mesin yang menawarkan jalan pintas, seolah-olah kesehatan dan penampilan bisa dibeli. (Padahal mereka yang "membelinya" adalah orang yang selalu sadar bahwa orang tidak bisa membeli kualitas-kuliats yang didapatkan melalui kerja keras yang rajin dan sabar, seperti kesuksesan, kepintaran, maupun harga diri).
Melalui pertanyaan di atas, saya disadarkan akan betapa eratnya hubungan antara kemalasan dan ketidaksabaran, yang akhirnya mengakibatkan munculnya jalan-jalan pintas. Kita semua tidak pernah menghormati maupun menaruh rasa suka pada koruptor yang merugikan bangsa dan negara tercinta ini. Mereka adalah orang-orang yang mencari jalan pintas (tidak sabar) menuju kekayaan, orang-orang yang enggan mencapainya dengan kerja keras (malas). Selayaknyalah kita tidak meniru kualitas-kualitas buruk di atas. Saya yakin orang-orang yang mengunjungi www.andriewongso.com dan Smart Listeners orang yang rajin dan sabar yang menyadari betul ajaran Pak Andrie Wongso bahwa roh dari segala kesuksesan adalah perjuangan, ibu dari semua kesuksesan adalah kegagalan, dan awal dari semua kesuksesan adalah tekad.