Perut buncit adalah suatu indikator kesehatan yang menurun. Kalangan medis bahkan menggunakan perut buncit sebagai pedoman meningkatkan risiko berbagai jenis penyakit, seperti jantung
Acuan #1:
Para pakar kesehatan dunia menetapkan bahwa pria dengan ukuran lingkar pinggang di atas 36 inci atau wanita dengan ukuran lingkar pinggang di atas 32 inci memiliki faktor risiko yang signifikan lebih tinggi mengidap penyakit-penyakit degeneratif tadi.
Acuan #2:
Para pakar yang sama juga menetapkan acuan bahwa pria atau wanita yang lingkar perut 90% atau lebih dari lingkar�pinggul (waist-to-hip ratio), maka risiko penyakit juga bertambah secara signifikan. Misalnya apabila seseorang memiliki lingkar perut 80 cm tetapi memiliki lingkar pinggul 88 cm, maka waist-to-hip ratio-nya adalah 90,1% - yang berarti sudah memasuki zona risiko yang tinggi. Apalagi sampai lingkar perutnya di atas 100% (atau lebih besar) daripada lingkar pinggul.
Untuk mengatasinya:
Untuk sementara, kurangi atau hentikan makanan atau minuman yang memiliki kandungan: minyak, gula pasir, santan, mentega, margarin, tepung-tepung, krim. Melibatkan makanan-makanan seperti: tempura, kue, roti, kripik, kerupuk, sirop, soft-drink, mie, bihun, kwetiauw, pempek, siomay, burger, french fries, dan lain-lain.
Perbanyak makan sayuran-sayuran beraneka warna
Konsumsikan 3-4 gelas teh hijau setiap hari
Berolahraga ringan di pagi hari saat perut kosong selama 30 menit
Lakukan push-up, sit-up,�atau berbagai otot tubuh dengan dumbell�setiap ada�iklan di televisi
Semoga berhasil!